Tips dan Cara Mengajak Bayi Bicara dengan Mudah

Tips dan Cara Mengajak Bayi Bicara dengan Mudah

Agar kemampuan bicara dan bahasa bayi dapat berkembang dengan baik, maka orang tua harus banyak memberikan stimulasi, salah satunya adalah dengan sering mengajak bayi bicara. Selain mampu meningkatkan kemampuan bahasanya, sering mengajak bayi bicara ternyata juga memberikan dampak positif bagi kecerdasan otak bayi.

Sejumlah riset menunjukkan bahwa anak-anak yang sejak bayi sering diajak bicara oleh orang tuanya ternyata memiliki IQ yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak atau jarang diajak bicara. Kosakata yang mereka miliki juga lebih kaya, sehingga kemampuannya dalam memahami sesuatu akan jauh lebih baik.

Tips dan Cara Mengajak Bayi Bicara

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara yang benar dalam mengajak bayi bicara, simak beberapa tips penting berikut ini:

Lakukan dengan Sering dan Berulang

Pembelajaran bicara pada bayi dimulai lewat mendengarkan. Biarkan bayi mendengar apa saja yang Anda katakan. Berbicaralah dengan sering dan berulang-ulang agar kemampuan bicaranya lebih cepat berkembang. Semakin banyak bayi mendengar, maka ia akan lebih cepat belajar bicara.

Tahukah Anda, bahwa kemampuan mendengar suara pada bayi sudah ada sejak bayi masih berada dalam kandungan, yaitu sekitar usia 3 – 4 kehamilan. Bayi sudah bisa mengenal irama, kekerasan suara, frekuensi, dan nada-nada suara. Oleh karena itu, bayi bisa menerima sinyal-sinyal suara (audio) meskipun ia belum mengerti artinya.

Beri Respon Terhadap Ocehan Bayi

Tak hanya suka menirukan suara orang lain, bayi juga sangat senang bila ocehannya direspon dan ditiru orang lain. Di sini bayi belajar bagaimana caranya menjalin suatu interaksi dengan orang lain. Saat bayi mengoceh “uuuh…” misalnya, respon balik ocehan bayi tersebut dengan mengucapkan hal yang sama.

Begitu pula saat bayi mengeluarkan ocehan “bababa…” misalnya, tirukan dan ulangi lagi ocehannya tersebut. Aktivitas menirukan suara dan ocehan bayi ini juga akan mengajarkan kepada bayi, bagaimana caranya ia menirukan suara Anda kelak.

Gunakan Bahasa yang Benar dan Jelas

Saat berbicara kepada bayi, gunakanlah bahasa yang benar dan jelas. Jangan terbiasa untuk menggunakan bahasa yang cadel (layaknya bahasa bayi).

Jika bayi sering menerima/mendengar sinyal audio (suara) yang cadel dan tidak jelas, maka output yang akan keluar dari mulut bayi juga audio (suara) yang cadel dan tidak jelas, sebagaimana yang sering ia dengar.

Bila Anda terbiasa untuk berbicara dengan bahasa yang benar dan jelas kepada bayi, maka di kemudian hari, Anda tak perlu repot-repot lagi membetulkan kata-kata cadel yang diucapkan si kecil. Ia pun tidak akan kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain nanti.

Jangan Gunakan Kata Ganti

Bayi kecil masih sulit memahami arti “aku”, “saya”, “kamu”, atau “dia”. Karena kata-kata tersebut dapat berarti ayah, ibu, kakek, nenek, tergantung dari siapa yang mengajaknya bicara. Akibatnya, bayi bisa mengalami kebingungan arti dan makna.

Lebih baik, gunakan kata “Mama”, “Bunda”, atau “Ibu”, untuk sebutan Anda sebagai ibunya, dan begitu pula dengan sebutan “ayah”, “kakek”, atau “nenek”. Usahakan juga agar anggota keluarga lain yang mengajak bayi bicara juga mengerti akan hal ini.

Jangan sampai, setiap orang yang mengajak bayi bicara menyebut dirinya “Aku”, sehingga menimbulkan kebingungan pada bayi mengenai arti dan maksud dari kata “Aku” itu sendiri. Penggunaan kata “Aku” mulai dapat digunakan bila usia bayi sudah lebih besar (di atas 1.5 tahun).

Begitulah tips dan cara mengajak bayi bicara dengan mudah. Semoga artikel kali ini berguna serta bermanfaat untuk para orang tua sekalian ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *