Bahaya Begadang bagi Kesehatan dan Kondisi Tubuh

Bahaya Begadang bagi Kesehatan dan Kondisi Tubuh

Untuk beberapa orang, begadang adalah hal yang teramat biasa, bahkan seringkali dilakukan karena harus menyelesaikan setumpuk pekerjaan, menonton sepakbola, ujian, dan hal lainnya. Terkadang, begadang memang terasa asyik kalau ada sesuatu yang dikerjakan.

Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan serentetan dampak buruk bagi kesehatan dan karir? Oleh karena itu, sesuai dengan lagu yang didendangkan Rhoma Irama “jangan begadang kalau tiada artinya”, kita harus menjauhinya.

Begadang Mengganggu Proses Detoksik Tubuh

Begadang dapat mengganggu metabolisme dalam tubuh, khususnya proses pengeluaran zat-zat beracun dan sampah. Berikut ini jadwal de-toksik (pengeluaran zat beracun) tubuh pada berbagai organ (lokasi):

21.00-23.00 WIB : Proses detoksik terjadi pada sistem antibodi
23.00-01.00 WIB : Proses detoksik terjadi pada hati
01.00-03.00 WIB : Proses detoksik terjadi pada empedu
03.00-05.00 WIB : Proses detoksik terjadi pada paru-paru
05.00-07.00 WIB : Proses detoksik terjadi pada usus besar
07.00-09.00 WIB : Penyerapan makanan di usus

Pengeluaran zat beracun dan sampah ini seharusnya dilakukan dalam keadaan tenang atau tertidur. Sesuai dengan jadwal diatas, begadang pada pukul 21.00-03.00 WIB dapat menyebabkan kerusakan hati. Hati adalah tempat pembuangan zat yang tidak bermanfaat bagi tubuh, oleh karena itu harus dibersihkan seoptimal mungkin.

Menunda tidur malam juga tidak baik untuk sistem kekebalan (daya tahan) tubuh. Seperti organ yang lain, sistem antibodi juga perlu dibersihkan dan beristirahat agar dapat bekerja kembali secara optimal. Jika tidak, dapat dipastikan Anda akan lebih mudah terserang penyakit.

Bangun terlalu dini (sebelum jam 05.00 WIB) tidak baik bagi penderita penyakit paru-paru. Biasanya mereka akan mengalami batuk-batuk karena pada waktu ini proses de-toksik sudah mencapai saluran pernafasan sehingga menyebabkan batuk dan flu.

Bahaya Begadang bagi Tubuh

Menurut penelitian yang dilakukan terhadap 470.000 jiwa, begadang dapat meningkatkan angka kematian akibat serangan jantung dan stroke. Terlalu sering begadang berarti jantung diwajibkan bekerja terlalu lama. Misalnya Anda sering menonton sepakbola atau pertandingan lain, maka tubuh akan memacu hormon adrenalin secara alami. Hormon ini bersifat mempercepat kerja jantung, sehingga jantung Anda akan mudah rusak.

Pada malam hari tubuh mengeluarkan hormon ghrelin sebagai pemacu nafsu makan, dan menekan hormon leptin. Selain itu, lambung dan usus bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Kondisi ini dapat meningkatkan nafsu makan seseorang sehingga penimbunan kolesterol tidak dapat dielakkan. Akibatnya pembuluh darah kehilangan elastisitasnya dan berujung pada stroke.

Kebiasaan tidur larut malam juga dapat menyebabkan seseorang telat bangun sehingga tidak bisa buang air pada pagi hari. Padahal pukul 05.00 WIB merupakan waktu yang tepat untuk buang air besar karena usus besar sedang dibersihkan. Selain itu, dia juga akan kehilangan kesempatan sarapan yang sangat baik untuk kesehatan, malas beraktivitas, mudah stress, serta menurunkan produktivitas. Hal ini disebabkan tidak adanya hormon melatonin yang hanya diproduksi pada malam hari.

Tips saat Harus Begadang

Sesekali kita perlu begadang karena alasan tertentu seperti lembur pekerjaan atau mengurusi anak yang sedang sakit. Jika harus demikian, Anda perlu memperhatikan tips berikut:

Tidur siang yang cukup. Anda tetap harus tidur antara 7-8 jam perhari
Hindari makanan berlemak dan tinggi kalori. Jika merasa lapar, makanlah buah atau makanan berserat
Olahraga teratur. Olahraga dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh yang menurun akibat begadang
Banyak konsumsi air putih agar proses de-toksik menjadi lebih lancar
Meski ada tips sehat untuk begadang, namun Anda tidak boleh menjadikan begadang sebagai rutinitas. Atur jadwal pekerjaan dan belajar Anda sebaik mungkin untuk menghindari begadang. Ingat, kesehatan adalah anugerah yang tidak dapat dinilai dengan materi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *